Minggu, 29 Juni 2014

MANFAAT PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

           Pengertian pendapatan nasiolnal berdasarkan metode produksi adalah barang dan jasa yag dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun. Berdasarkan metode pengeluaran, pendapatan nasional dapat diartikan sebagai jumlah pengeluarang secara nasional untuk membeli barang dan jasa dalam satu periode ( satu tahun ). Sedangkan berdasarkan metode pendapatan, pendapatan nasional yaitu jumlah pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor - faktor produksi ( rumah tangga ) yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam satu tahun.
           Penghitungan pendapatan nasional bertujuan mendapatkan taksiran yang akurat mengenai nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara selama satu tahun. Penghitungan pendapatan nasional yang dilakukan secara teliti dan cermat akan memberikan manfaat bagi pemerintah untuk dijadikan pedoman dalam mengambil kebijakan ekonomi. Berikut ada beberapa manfaat penghitungan pendapatan nasional, diantaranya :
1.    Menjadi Sumber Informasi bagi Pemerintah
          Data pendapatan nasional digunakan oleh pemerintah untuk menilai efektivitas kebijakan - kebijakan yang telah diambil. Seandainya pertumbuhan ekonomi sebesar 5 %, perhitungan pendapatan nasional tersebut yang akan dijadikan sebagai salah satu acuannya. Misalnya, untuk menilai pengaruh kebijakan perubahan tingkat pajak terhadap pengeluaran masyarakat suatu negara.
          Kecenderungan ( trend ) perkembangan pendapatan nasional digunakan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan program untuk menanggulangi masalah tersebut. Misalnya, kenaikan pendapatan nasional diikuti dengan peningkatan keinginan masyarakat untuk membeli lebih banyak kendaraan pribadi. Kenaikan jumlah kendaraan pribadi akan menimbulkan masalah berupa tidak memadainya lagi lebar jalan raya yang tersedia, juga polusi udara akan bertambah. Oleh karena itu, pemerintah perlu merencanakan program pelebaran jalan lebih dini serta penanggulangan polusi udara.
2.    Mengetahui Struktur Perekonomian
          Dari perhitungan pendapatan nasional, dapat diketahui struktur perekonomian suatu negara, apakah negara tersebut termasuk negara industri, negara agraris, atau negara yang unggul dalam bidang jasa. Selanjutnya, hasil dari perhitungan pendapatan nasional dapat digunakan untuk menentukan ke mana perekonomian bergerak, berapa laju kecepatan geraknya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu sasaran. Misalnya, jika sumbangan terahdap pendapatan nasional lebih besar daripada sektor industri, maka struktur perekonomian negara tersebut bergerak ke negara industri.
3.    Mengetahui dan Membandingkan Perekonomian Antardaerah atau Antarnegara
                 Dengan membandingkan produksi pendapatan daerah dan jumlah penduduk daerah masing - masing, akan diketahui kehidupan ekonomi daerah yang satu berbeda dengan daerah lainnya.
4.    Memperkirakan Perubahan Pendapatan Nyata
                 Penghitungan pendapatan nasional memungkinkan suatu negara mengetahui perubahan pendapatan nyata penduduknya.
5.    Membandingkan Kemajuan Ekonomi Antarnegara
                 Penghitungan pendapatan nasional memungkinkan dilakukannya perbandingan kemajuan ekonomi antarnegara. Perbandingan tersebut dapat dilaksanakan berdasarkan wilayah, seperti negara - negara anggota ASEAN, antarnegara maju, atau antarnegara berkembang.
6.    Membandingkan Perekonomian dari Setiap Periode
                 Dengan membandingkan pendapatan nasional setiap waktu dari tahun ke tahun, dapat memberi keterangan apakah ada peningkatan atau penurunan dalam perekonomian, apakah ada perubahan struktur atau tidak, dan dihubungkan dengan jumlah penduduk, apakah terdapat kenaikan atau penurunan dalam pendapatan per kapita.
7.    Mengetahui Tingkat Kemakmuran Masyarakat
                     Tingkat kemakmuran masyarakat dapat diketahui melalui perhitungan pendapatan nasional.             Jika nilai pendapatan nasional semakin tinggi, maka tingkat kemakmuran masyarakat negara tersebut pun       akan semakin tinggi. Di Indonesia, tingkat kemakmuran masyarakat masih tergolong rendah. Oleh sebab       itu, perlu kerja keras dari pemerintah dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat.

PERBEDAAN MIKROEKONOMI DAN MAKROEKONOMI

Bahan Analisis
Mikroekonomi
Makroekonomi
Harga
Analisis harga tentang suatu barang tertentu
Analisis harga tentang harga keseluruhan
Unit analisis
Analisis tentang tingkah laku pelaku ekonomi tertentu seperti produsen dan konsumen
Analisis tentang permasalahan ekonomi secara keseluruhan seperti produksi nasional, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi
Tujuan analisis
Memahami bagaimana mengalokasikan faktor-faktor produksi agar dicapai kombinasi yang tepat
Menganalisis pengaruh kegiatan ekonomi tertentu terhadap kinerja perekonomian secara nasional

MAKROEKONOMI

A.      Definisi Makroekonomi
          Makroekonomi atau ekonomi makro adalah bidang ilmu yang mempelajari keseluruhan ekonomi dalam bentuk jumlah barang dan jasa yang diproduksi, total pendapatan yang dihasilkan, tingkat pengangguran, serta sifat – sifat umum harga barang.
B.      Perkembangan Teori Makroekonomi
     Sebelum tahun 1930-an, para ekonom lebih memerhatikan ekonomi mikro, khususnya teori harga, sehingga ekonomi makro cenderung diabaikan. Tepat pada tahun 1930-an, terjadi depresi besar ( great depression ), yang membuat para ekonom berbalik dan memberi perhatian besar terhadap ekonomi makro.
Dengan perkembangan konsep pendapatan nasional dan statistik, gagasan – gagasan yang berasal dari John Maynard Keynes, menggunakan konsep aggregate demand untuk menjelaskan fluktuasi antara hasil produksi dan tingkat pengangguran. Hal tersebut ditandai dengan terbitnya buku yang berjudul The General Theory of Employment, Interest and Money pada tahun 1973 yang ditulis oleh J. M. Keynes, seorang ahli ekonomi Universitas Cambridge, Inggris. Gagasan – gagasannya sangat berpengaruh dalam bidan ekonomi makro, yang kemudian disebut Ekonomi Keynesian.
C.      Tujuan Makroekonomi
          Ekonomi makro memiliki beberapa tujuan, di antaranya menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan, serta mengusahakan agar perekonomian dapat bekerja dan tumbuh secara seimbang.
D.      Aspek – aspek Makroekonomi
          Dalam makroekonomi terdapat beberapa aspek, diantaranya sebagai berikut :
1.        Pendapatan nasional
2.        Neraca pembayaran dan kurs valuta asing
3.        Kesempatan kerja
4.        Inflasi
5.        Pengangguran
6.        Investasi
7.        Pertumbuhan ekonomi
8.        Suku bunga dan perkembangan pasar saham
9.        Produksi industri
10.    Peran pemerintah
11.    Tabungan masyarakat
E.      Permasalahan – permasalahan Makroekonomi
          Ada tiga masalah ekonomi makro jangka pendek yang harus diatasi setiap saat. Ketiga masalah yang dimaksud yaitu :
E.1       Masalah Inflasi
            Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang banyak dialami oleh hampir semua negara. Yang dimaksud dengan inflasi adalah suatu keadaan kecenderungan kenaikan harga – harga secara umum dan terus – menerus. Oleh sebab itu, kondisi semacam itu dianggap sebagai masalah dan tidak diperlukan kebijakan khusus untuk mengatasinya.
            Walaupun inflasi tidak secara otomatis menurunkan standar hidup, tetapi inflasi tetaplah menjadi suatu masalah perekonomian, karena dapat mengakibatkan redistribusi pendapatan di antara anggota masyarakat, dapat menyebabkan penurunan efisiensi ekonomi, dan dapat menyebabkan perubahan output serta kesempatan kerja dalam masyarakat.
E.2      Masalah Pengangguran
            Pengangguran terjadi karena jumkah tenaga kerja atau pencari kerja lebih banyak dibandingkan kesempatan kerja yang tersedia. Berdasarkan tingkat pengangguran, dapat diketahui apakah perekonomian berada pada tingkat kesempatan kerja penuh ( full employment ) atau tidak. Secara teoritis, perekonomian dianggap mencapai tingkat kesempatan kerja penuh apabila tenaga kerja yang tersedia seluruhnya digunakan.
            Di Indonesia, upaya untuk menekan tingkat pengangguran dilakukan melalui pengendalian tingkat pertumbuhan penduduk. Program keluarga berencana ( KB ) merupakan salah satu alternatif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Hal tersebut disebabkan pembangunan ekonomi tidak mempunyai arti jika bersamaan perkembangannya bersamaan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi.
E.3      Masalah Ketimpangan dalam Neraca Pembayaran
            Neraca pembayaran adalah neraca yang memuat ikhtisar dari segala transaksi yang terjadi antara penduduk suatu negara dan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu, biasanya dalam jangka wkatu satu tahun. Transaksi – transaksi yang terdapat dalam neraca pembayaran menyangkut barang – barang dan jasa, dalam bentuk ekspor maupun impor, transaksi finansial, seperti pemberian atau penerimaan kredit kepada atau dari negara lain, penanaman modal di luar negeri dan transaksi – transaksi yang bersifat unilateral, seperti pembayaran transfer dari orang – orang yang tinggal di luar negeri.
                     Ketidakseimbangan dalam neraca pembayaran suatu negara dapat dikatakan merupakan masalah apabila ketidakseimbangan tersebut cukup besar. Jika kenyataan itu terjadi, diperlukan kebijakan pemerintah untuk mengatasinya. Dalam jangka panjang, permasalahan ekonomi makro menyangkut persoalan pertumbuhan di bidang ekonomi. Masalah ini pada dasarnya menyangkut bagaimana mengatur perekonomian agar terdapat keserasian antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi.

MIKROEKONOMI

A.          Definisi Mikroekonomi
Mikroekonomi atau ekonomi mikro memiliki berbagai pengertian berdasarkan sudut pandang tertentu. Dalam sebuah buku, ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang secara khusus membahas perilaku individu dan perusahaan yang dihadapkan pada keterbatasan sumber daya. Berdasarkan sumber lain, definisi ekonomi mikro ialah suatu bidang dalam ilmu ekonomi yang membahas tentang bagian – bagian terkecil dari keseluruhan ilmu ekonomi.
B.      Perkembangan Teori Mikroekonomi
     Seorang ekonom berkebangsaan Inggris, Adam Smith, yang dianggap sebagai Bapak Ilmu Ekonomi, adalah orang yang pertama kali mengembangkan ilmu ekonomi mikro. Oleh karena itu, teori ekonominya disebut ekonomi laissez fairez atau ekonomi liberal. Perkembangan tersebut terjadi pada abad ke – 18 dan 19, yang kemudian selanjutnya dikembangkan kembali oleh beberapa ahli ekonomi klasik, seperti David Ricardo, Marshall, dan Pigou.
C,      Tujuan Mikroekonomi
 Ada beberapa tujuan dari dibuat atau ditetapkannya mikroekonomi, diantaranya :
1.  Menganalisis pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif.
2. Menganalisis kegagalan pasar, yaitu keadaan ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien.
3.   Mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan.
4.  Mempelajari kegiatan-kegiatan ekonomi dari unit-unit ekonomi individual, yaitu individu sebagai konsumen, indivudi sebagai pemilik faktor produksi, dan individu sebagai produsen.
5.   Mempelajari cara individu dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki, sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum.
6.    Ceteris Paribus, asumsi secara teori dimana setiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu – individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro.
D.      Aspek – aspek Mikroekonomi
 Di dalam ekonomi mikro, terdapat beberapa aspek, antara lain sebagai berikut :
          1.    Analisis biaya dan manfaat
2.    Teori permintaan dan penawaran
3.    Elastisitas
4.    Bentuk-bentuk pasar
5.    Industri
6.    Teori biaya nilai guna
7.    Teori produksi
8.    Keseimbangan umum ( general equilibrium )
9.    Keadaan pasar dalam informasi asimetris
10.  Pilihan dalam situasi ketidakpastian
11.  Berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan
E.      Teori Analisis Mikroekonomi
          Analisis ekonomi mikro terdiri dari teori harga, teori produksi, dan teori distribusi. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
          E.1      Teori Harga
            Di dalam teori harga, membahas tentang proses pembentukan harga oleh interaksi antara penawaran dan permintaan akan suatu barang dan jasa di dalam suatu pasar, faktor – faktor yang memengaruhi perubahan permintaan dan penawaran, hubungan antara harga permintaan dan penawaran, bentuk – bentuk pasar, dan sebagainya.
E.2      Teori Produksi
            Teori produksi menganalisa mengenai masalah biaya produksi, tingkat produksi yang paling menguntungkan produsen, serta kombinasi faktor – faktor produksi yang harus dipilih oleh produsen agar tujuan untuk mencapai laba atau keuntungan maksimum tercapai.
E.3      Teori Distribusi
               Teori distribusi membahas faktor – faktor yang menentukan tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayar karena penggunaan modal, dan tingkat keuntungan yang diperoleh para pengusaha.
          Untuk menyusun teori – teori di atas, para ahli ekonomi klasik (mikro) mendasarkan pada anggapan – anggapan dasar tertentu. Pertama, setiap subjek ekonomi selalu bertindak ekonomis rasional, artinya para konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimal dari setiap barang dan jasa yang dikonsumsi, sedangkan produsen selalu berusaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Kemudian, setiap subjek ekonomi mempunyai informasi yang lengkap atas segala sesuatu yang terjadi di pasar. Ketiga, tingkat mobilitas yang tinggi, sehingga para ahli ekonomi dapat segera menyesuaikan diri dengan perubahan – perubahan yang terjadi di pasar.
                        Berdasarkan anggapan – anggapan tersebut, para ahli ekonomi klasik berkeyakinan bahwa kegiatan ekonomi akan berkembang secara efisien, pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat, dan kesempatan kerja penuh akan tercapai ( full employment ).

Senin, 22 Juli 2013

Alhamdulillah, Syukron, Ya Rabb

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

On this fasting month,
Tidak jauh berbeda dengan puasa di tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, makin ke sini aku makin ngerti dan bisa merasakan special and precious things di bulan Ramadhan. Sebenernya banyaaaaaaaaaak banget hal yang bikin gue cinta sama bulan Ramadhan ini :D

But, last morning..
Aku baru saja selesai memakai seragam sekolahku, namun hujan masih enggan untuk pergi, waktu sudah menunjukan kurang lebih pukul 7 pagi (waktu jam rumah gue), agak sedikit deg-degan tuh ceritanya, soalnya masuk sekolah jam setengah 8 -_-

I opened a new message..
Pas aku baca, ternyata sms-nya tuh dari bu Hj. AI SRI KOSNAYANI, bendahara komite SMANDA. Inti dari sms-nya itu, aku harus dateng ke sekolah jam 07.15 :O Jadi aja, peri-peri di kepala gue pada bilang "Hurry up! Hurry up! Jangan sampe telat!"--
Niat saya sih mau ngebales sms-nya, tapi akugapunyapulsa :'(

So..
Aku bilang ke Bapak buat cepet pergi bareng aku, hehe. On the way, so pasti gue keujanan. Tapi gak apa-apa, gue menikmati saat gue harus ngerasain yang namanya PERJUANGAN :D
--

I arrived..
Tanpa basah yang kuyup -tapi inget loh tetep basah baju gue-, Alhamdulillah saya sampai dengan tidak terlambat, jadi gak perlu ada coretan pelanggaran lagi deh di buku saku *eh* hahaha. Aku menoleh ke arah kiriku setelah aku memasuki pintu kedua SMANDA -daridepan-. Aku bertemu dengan Ibu Ai -yang baiiiiiik banget-, lalu aku menghampirinya, mencium tangannya (sun tangan/salim ), dan duduk di sampingnya. Kami berbincang-bincang terlebih dahulu, like as before.

Then, she gave me a gift..
Kado itu terbungkus dengan kertas warna coklat bermotif volkadot (bulet-bulet gitu deh pokonya). Bu Ai bilang kalo itu tuh titipan (bingkisan lebaran) buat aku, dari Bapak ACHMAD GUNARA, alumni SMANDA yang juga sangat baik sekali kepada saya :) Aku gak tahu isi dari itu kado apaan, tapi..

I was so surprised when..
Bu Ai bilang kalo isi dari kado itu tuh mukena sama kerudung. Kalian tau gak? Beberapa hari yang lalu, Mama saya bilang ke saya "Teh, kalo punya uang beli mukena parasit lagi, yang itu malu udah robek.", terus saya jawab "Iya, nanti, kalo punya uang.". Sebenernya saya gak ngotot buat beli itu mukena parasit, saya cuma berdo'a ke Allah semoga ada uangnya, itupun berdo'anya cuma pas sekali itu aja.

But,
Dengan kejadian tadi pagi itu, saya benar-benar tercengang, terharu, dan merasa sangat dekat dengan Alloh SWT. Memang di bulan Ramadhan ini saya lebih mengkhususkan diri saya untuk lebih dekat dengan sang Pencipta. Jadi, inikah yang dinamakan berkah bulan Ramadhan? Subhanallah, syukron Ya Alloh, hamba tak bisa mengungakpan semuanya dengan kata-kata :') Satu yang saat ini sangat hamba inginkan kepada-Mu

Ya Alloh..
Berilah berkah dan balasan yang terbaik untuk orang-orang yang telah membantu hamba dan keluarga hamba, terutama untuk saat ini kepada BAPAK ACHMAD GUNARA dan IBU AI SRI KOSNAYANI, serta seluruh keluarga mereka, jagalah mereka agar senantiasa ada dalam lindungan-Mu, dan juga jagalah hati hamba agar hamba senantiasa bersyukur kepada-Mu.

Sabtu, 22 Juni 2013

Big Step

Today, 2013-06-22..
Pembagian Laporan Hasil Belajar dan penjurusan untuk kelas XI akan segera dilaksanakan. Pa Deni, wali kelasku ( X-5 ), datang memasuki kelas sembari membawa Laporan Hasil Belajar siswa-siswi X-5.

Heartbeat fast..
Baru lihat Pa Deni masuk kelas aja, aku udah deg-degan banget, rasanya tuh jadi pengen buang air kecil ._. Perbincangan demi perbincangan telah dilalui, tiba saatnya untuk mengumumkan penjurusan dan pembagian Laporan Hasil Belajar. Pembagian LHB semester sekarang tuh ga sama orang tua, ga tau kenapa deh.
"Semua siswa X-5 masuk ke program yang sesuai dengan keinginannya."
Nyes, selesai Pa Deni ngomong gitu, berasa langsung DEG, kayak ada pager tinggi gede yang tiba-tiba muncul dalam hati gue, pager itu tuh serasa memisahkan dua dimensi, IPA dan IPS.

And my big step..
Aku sendiri ada di dalam dimensi IPS. Tenang memang karena sekarang aku benar-benar ada dalam dunia yang aku inginkan saat ini, tapi tetep aja rasanya tuh kayak ada yang ilang gitu -_- Entahlah, mungkin karena perasaanku yang masih labil, yang masih pengen ke sana ke sini, tapi mulai sekarang..

Be focus !
Aku harus bener-bener menjalankan pilihan hidup yang sudah aku pilih dengan hati nurani dan harus punya responsibilitynya O:)

I will do the best..
For my dreams and my family, especially for Mama and Bapak :)

Senin, 20 Mei 2013

SENYUM MISTERI



            Suara klakson mobil di depan rumah ku membuat ku segera tersadar dan membuka pintu rumah ku, begitu pun dengan adikku. Jam menunjukkan pukul tiga pagi. Udara terasa sangat dingin. Langit masih berwarna hitam pekat. Sang surya masih berkelana di sisi lain bentang langit. Aku merasa sangat antusias untuk memulai hari ku ini. Peri - peri terasa tengah menjadi cheers sembari meneriakkan kata “Semangat, Kakak! Have a nice holiday!”. Aku dan adikku sedikit berlari menuju mobil pamanku itu, tak lupa Ayah dan Ibuku mengantar kami. Om Andri dan Bi Evi menyambut kedatangan kami dengan senyum hangatnya. Om Andri ialah adik pertama dari Ibuku. Dia menikah dengan Bi Evi dan tinggal di Karawang. Mereka datang ke Tasik bersama dengan dua anak mereka. Om Andri dan Bi Evi menanyakan bagaimana kabar Ayah dan Ibuku. Setelah berbincang - bincang singkat -yang aku pikir itu adalah cara mereka melepas rasa rindu mereka-, Ayah menitipkan aku dan adik ku kepada Om dan Bibiku. Aku berpamitan kepada Ayah dan Ibuku. Lalu, aku masuk ke dalam mobil.
            Di dalam mobil, aku melihat Ayahku -meskipun sebenarnya dia adalah Kakekku-, Nenekku, kedua sepupu kecilku, Revi dan Ravi, yang terlihat sangat menggemaskan. Di jok paling belakang, aku melihat Om Alik -adik kedua Ibuku- sedang terduduk diam dalam hangatnya balutan jaket yang dia kenakan, dan juga dengan musik yang dia dengarkan melalui headsetnya. Aku duduk di samping Om Alik, sementara adikku duduk di jok tengah. Setelah semuanya duduk manis di dalam mobil, Om Andri pun segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju membawa ku bersama dengan angan-anganku yang indah untuk melalui hari ini. Aku menengok ke arah belakangku untuk melihat Ayah dan Ibuku. Semakin jauh mobil melaju, sosok Ayah dan Ibuku pun hilang ditelan kabut pagi yang menyentuh hati.
            Selama di perjalanan, aku tidak benar - benar memperhatikan jalan mana saja yang kami lewati, karena aku merasa masih mengantuk, hingga akhirnya aku pun tertidur kembali di dalam mobil. Beberapa kali aku terbangun dari tidurku, berharap bahwa aku sudah sampai di tempat tujuan. Tapi ternyata, jarak menuju tempat tujuan itu masih cukup jauh. Akhirnya, aku memutuskan untuk kembali tidur. Tiba - tiba saja aku kembali terbangun, aku melihat mobil Paman ku memasuki tempat pengisian bahan bakar. Aku pikir, Paman ku hanya akan mengisi bahan bakar, tetapi ternyata dia dan yang lainnya akan melaksanakan sholat Subuh. Aku segera melihat jam tanganku. Pukul setengah lima pagi. Terakhir kali aku melihat jam sebelumnya ialah pukul empat kurang. Mengapa waktu terasa berjalan begitu cepat ? Padahal aku merasa baru beberapa detik saja aku tertidur, tetapi sudah kembali bangun dalam waktu setengah jam kemudian.
            Aku segera mengusir peri - peri tidur yang ada di kepalaku. Aku membiarkan jiwaku terbangun untuk melaksanakan sholat Subuh. Aku berjalan mengikuti keluargaku yang lain sembari membawa mukenaku. Mushola di tempat pengisian bahan bakar ini terasa sangat menyejukkan, sesejuk hembusan nafas yang aku rasakan. Aku memasuki teras Mushola itu, lalu aku mengambil air wudhu. Airnya terasa lebih dingin dari air di rumahku, tetapi tidak sedingin air yang pernah aku rasakan saat aku pergi ke Gunung Tangkuban Perahu. Setelah selesai berwudhu, tak lupa aku membaca do’a, lalu aku masuk ke dalam rumah Allah itu. Saat itu, Mushola sedang dipenuhi oleh pengunjung, karena memang ini adalah waktu yang tepat untuk berlibur panjang. Aku menemukan sajadah kosong yang terhampar manis. Aku berjalan mendekatinya, aku mengenakan mukenaku, lalu mengerjakan sholat dua rakaat. Setelah selesai sholat, sejenak aku memanjatkan do’a kepada Sang Pencipta alam semesta ini yang setiap sudutnya tak pernah luput dari keindahan Karunia-Nya. Nenekku meminta ku untuk mengantarnya ke toilet. Aku pun mengikuti permintaannya. Aku memegangi tas nenekku. Tak berapa lama, nenekku kembali keluar dari toilet, lalu kami segera kembali ke dalam mobil.
            Mobil kembali melaju di tengah keheningan pagi yang dingin. Di tengah perjalanan, mentari mulai menampakkan dirinya bersama dengan sinar jingga yang menghangatkan. Aku yang semula duduk lemas di dalam mobil, dengan segera menengakkan badanku. Cakrawala indah langit khatulistiwa bersama dengan mentari dan sinar jingganya itu telah menghipnotis ku. Aku tak bisa berkata apa - apa untuk beberapa saat. Tuhan, betapa indahnya hasil goresan tinta pelangi-Mu ini, tetapi  sepertinya ini hanya sebagian kecil dari keagungan-Mu saja. Setelah melihat langit jingga yang menawan itu, aku tak sedikit pun tertarik untuk kembali tertidur. Peri - peri dalam perutku pun terasa menari bersama dengan jingga, yang membuatku geli dan tersenyum sangat bahagia.
            Beberapa saat kemudian, aku dan keluargaku sampai di Pangandaran. Ya, Pangandaran, destinasi wisataku kali ini. Suara debur ombak menyambut aku dan keluargaku dengan gagahnya. Menurut ku, Pangandaran ialah salah satu pantai yang paling menarik untuk dikunjungi di Jawa Barat. Oleh sebab itu, beberapa meter dari gerbang masuk pun sangat macet. Aku melihat banyak sekali pengunjung yang antusias, begitupun dengan aku. Setelah berhasil masuk, Om Andri segera mencari tempat parkir yang tepat. Untuk mencari tempat parkir pun kami harus mengantre sangat lama. Aku mulai merasa panas berada di dalam mobil. Namun, aku hanya bisa diam berharap mobil ini segera mendapatkan tempat yang nyaman untuk beristirahat.
            Beberapa menit kemudian, kami berhasil menemukan tempat parkir yang tepat untuk mobil ini. Saat Om Andri membuka pintu, aku bersama yang lainnya segera berhamburan keluar dari dalam mobil. Rasa gerahku pun hilang tergantikan oleh semilir angin pantai yang menggoda ku untuk segera menjejakkan kakiku di pantai. Aku membantu keluargaku membawa barang - barang. Aku berjalan beberapa langkah hingga akhirnya aku bisa menginjak pasir pantai yang sudah lama aku rindukan. Menurut ku, berjalan di atas pasir pantai itu lebih menyenangkan daripada berjalan di jalanan yang beraspal. Sesekali, aku merasa kakiku tidak benar - benar berpijak di Bumi. Om dan Bibiku menyewa satu buah tikar besar dari pedagang di sekitar pantai. Nenekku segera mengeluarkan perbekalan yang sudah dia siapkan dari rumah. Masakan nenekku memang tidak kalah menggoda dari masakan Ibuku. Nenekku membawa daging sapi dengan bumbu khas, nasi timbel, dan yang tak tertinggal adalah sambal. Lezat sekali rasanya saat makan ditemani dengan sambal. Ayahku membeli beberapa ikan kecil dan udang kecil untuk melengkapi santapan pagi kami.
            Setelah selesai makan, aku dan Bibiku pergi menuju WC umum untuk berganti pakaian. Tak lama, kami kembali ke pantai. Aku segera bermain air bersama dengan keluargaku. Entah apa alasannya, aku merasa sangat bahagia ketika sudah bermain air, apalagi jika aku bermain bersama dengan orang - orang yang ku sayang. Gulungan - gulungan ombak yang menghampiri ku mampu membuat ku kembali merasa geli, namun kali ini rasa geli itu tak tertahan, aku tertawa dengan bebas bersama dengan yang lainnya. Om Andri, Bi Evi, dan Om Alik memotret kebersamaan kami yang aku yakin terlihat sangat menyenangkan. Lalu, Om Andri menyewa satu buah papan luncur. Kami bergiliran menggunakan papan luncur itu. Saat tiba giliran  ku, aku dengan senangnya berusaha untuk tetap seimbang saat berada di papan itu, namun yang aku dapatkan yaitu aku beberapa kali terjatuh, terhantam ombak - ombak yang bersorak riuh.
            Aku menepi, lalu duduk di pasir. Aku menatap lurus ke arah hamparan air laut yang tak hentinya mampu membuat ku tersenyum. Aku terbawa oleh angin pantai menuju langit ke tujuh. Aku merasa tengah memiliki sayap seperti bidadari yang sangat indah, meskipun hanya “seperti”. Tiba - tiba saja seseorang duduk di sampingku. Aku pikir orang itu adalah keluargaku. Namun, saat aku melihat wajahnya, aku terkejut. Laki - laki itu bukanlah keluargaku, bukan pula orang yang ku kenal. Aku berusaha untuk tetap tenang saat menyadari bahwa laki - laki duduk dengan jarak kurang dari 30 cm dari ku. Laki - laki itu terlihat lebih tua beberapa tahun dari ku. Raut wajah laki - laki itu terlihat sudah cukup dewasa, kulitnya putih, matanya sipit, dan tentu saja postur tubuhnya cukup baik. Selama beberapa saat, tak ada perbincangan di antara kami. Hingga akhirnya, seorang wanita meminta laki - laki itu untuk bergeser dan duduk di antara kami. Wanita itu pun tak aku kenali. Dia sedikit mundur dari tempatnya duduk.
Masih terjadi kebisuan di antara kami yang tidak saling mengenal. Memang terdengar wajar. Namun, ada hal yang membuat ku merasa semakin tidak wajar dengan aku yang rasakan. Laki - laki misterius itu menggambar panah ke arah ku di atas pasir. Aku terkejut. Aku takut. Bagaimana jika laki - laki dan wanita itu adalah mata - mata ? Bagaimana jika mereka bukan orang baik - baik ? Aku menjadi semakin was - was. Ingin sekali aku beranjak dari sana, namun rasanya sesuatu menahan ku untuk pergi dari sana. Hingga akhirnya, wanita yang mengenal laki - laki itu pun mengangguk dan berkata “Oh.”, lalu pergi membiarkan laki-laki itu berdua dengan ku lagi. Aku terus berusaha untuk tetap tidak memandang laki - laki itu. Aku kembali menatap laut Pangandaran yang indah, dan berhasil membawa ku seolah - olah kembali menikmati panorama menakjubkan di langit ke tujuh. Aku mulai bisa merasakan lagi kehadiran peri - peri kecil yang mengajak ku bermain. Menyenangkan.
“ Awas ada perahu ! ” sahut laki - laki yang duduk di samping ku sembari menepuk ku dengan lembut.
Aku segera terjaga dari lamunan surga dunia itu. Aku menoleh ke arah laki - laki itu yang mulai beranjak dari samping ku. Dia tersenyum. Cukup manis. Aku ingin sekali mengatakan terimakasih kepadanya dan meminta maaf kepadanya bahwa tadi aku telah berprasangka buruk terhadapnya, namun semua itu terasa tertahan, aku terasa membeku. Laki-laki itu pun pergi meninggalkan sebuah tanda tanya besar dalam benakku. Aku berdiri dari tempat dudukku, karena ternyata perahu yang akan berlabuh sudah semakin dekat dengan ku. Sesaat saja aku mengalihkan pandangan darinya, dia sudah menghilang begitu saja. Aku sempat berpikir, apakah ini hanya fantasi semuku saja ? Atau memang benar - benar nyata ? Jika ini memang benar nyata, ke mana keluargaku ? Mengapa aku tak melihat satu orang pun dari mereka saat aku tengah bersama laki - laki itu ? Dan mengapa laki - laki itu menghilang dengan cepat ?
Aku belum bisa menemukan semua jawaban dari pertanyaan - pertanyaan aku itu hingga aku pulang. Tak ada tanda - tanda yang menunjukkan akan kehadiran laki - laki itu lagi. Dalam hati, aku hanya berharap aku bisa bertemu lagi dengan laki - laki itu. Aku ingin meminta maaf dan berterimakasih kepadanya. Semua keinginan dan pertanyaan - pertanyaan aku itu pun terbawa oleh alunan debur ombak yang menyiratkan pesan misteri di dalamnya. Dan aku menunggu balasan pesan itu...